Posted by: isronax | February 8, 2007

Cinematography

CINEMATOGRAPHY

CINEMATOGRAPHY  [Greek: kine (gerakan) and graphos (menulis/merekam)] istilah ini biasanya digunakan untuk menggambarkan suatu disiplin ilmu yang berkaitan dengan menggabungkan cahaya dan camera untuk merekam suatu objek menjadi film. Hal ini biasanya juga dipakai untuk menjelaskan still fotograf.

Bicara cinematography, film pertama yang pernah dibuat adalah Roundhay Garden Scene yang disutradarai Louis Le Prince, French , 14 October 1888 in Leeds, Yorkshire.

Aspek cinematography,

Ketika kita bicara berbicara tentang cinematography ada beberapa unsur yang perlu kita bicarakan antara lain:

1.Jenis film, cinematography dimulai dengan jenis film gulungan (rolls). Dalam perkembangan selanjutnya jenis film ini terus berubah dan berkembang baik secara kuantitas dan kualitas. Teknologi pembuatan film semakin maju.  Jenis film yang sering di pakai antara lain — 8 mm (amateur), 16 mm (semi-professional), 35 mm (professional) and 65 mm (epic photography, rarely used except in special event venues) — the cinematographer has a selection of stocks in reversal (which, when developed, create a positive image) and negative formats along with a wide range of film speeds (varying sensitivity to light) from ISO 50 (slow, least sensitive to light) to 800 (very fast, extremely sensitive to light) and differing response to color (low saturation, high saturation) and contrast (varying levels between pure black (no exposure) and pure white (complete overexposure))
2.Laboratorium, laboratorium film memiliki kedudukan sangat penting dalam proses pengolahan film ssmpai menjadi film yang siap untuk diedarkan. Lewat pengolahan di lab dan proses pengolahan kimia dapat mengubah dan membentuk kualitas film.
3.Filters, dalam proses pembuatan film, filters menjadi bagian yang dapat mempengaruhi kualitas pengambilan gambar. Pada film berwarna, filter biru akan meredusi cahaya merah, orange, dan kuning. Warna-warna ini dapat membuat warna biru di dalam film.
4.Lensa, seperti halnya mata manusia, lensa dapat menangkap gerak gambar. Setiap jenis lensa memiliki fungsi yang berbeda-beda. VAriasi jenis lensa dengan  focal length yang berbeda-beda akan mendukung kualitas pengambilan gambar.  Cinematographers dapat memilih jenis lensa yang berbeda-beda sesuai dengan kebutuhannya lensa lebar ( wide angle), Lensa “normal” dan lensa telephoto , Lensa makro (macro lenses) dan jenis lensa yang berfungsi sebagai lensa dengan efek khusus (special effect lens) seperti borescope lenses.
5.Depth of field and focus, ketajaman gambar pada film dipengaruhi oleh ruang tajam dan focus.
6.Lighting, Most likely the single most important aspect of cinematography is lighting. Light is necessary to create an image exposure on a frame of film or on a digital target (CCD, etc). The art of lighting for cinematography goes far beyond basic exposure, however, into the essence of visual storytelling. Lighting contributes considerably to the emotional response an audience has watching a motion picture. The control of light quality, color, direction and intensity is a major factor in the art and science of cinematography.
7.Gerak kamera, berbeda dengan still camera (photo) maka cinematography membutuhkan kamera yang tidak mudah bergoyang/gemetar. Oleh karena itu bantuan tripod sebagai penyangga sangat mendukung kualitas gambar.

Tahapan membuat film
1.Development, pada tahapan ini ide-ide tentang suatu tema diterjemahkan kedalam bentuk script film. Ide pembuatan filam dapat kita ambil dari berbagai sumber seperti buku, film, pengalaman, novel, cerpen, kejadian nyata dsb. Praproduksi, pada tahapn ini sebuah ide cerita didesain dan direncanakan secara detail. Pada tahapan ini berperan seorang produser. Seorang produser akan menentukan siapa yang menjadi sutradara. Sutradara bertanggung jawb atas acting film dan memenage secara kreatif. Asisten Sutradara, Casting sutradara yang bertugas untuk menentukan actor yang akan memegang peran dalam sebuh movie. Manager Lokasi/tempat, Manager produksi yang akan memenage anggaran yg diperlukan dan jadwal produksi, The director of photography (DOP), Art Direktor,   The production designer, The storyboard artist creates visual images to help the director and production designer communicate their ideas to the production team. The production sound mixer manages the audio experience during the production stage of a film. He or she cooperates with the director, DOP, and AD. The sound designer creates new sounds and enhances the aural feel of the film with the help of foley artists. The composer creates new music for the film. The choreographer creates and coordinates the movement and dance.
2.Produksi, dalam tahap inilah sebuah film di produksi
3.Post Produksi, pada tahapan inilah potongan/cut/shots film di susun sedemikian rupa sesuai dengan script.
4.Distribusi


Responses

  1. Saya sebagai orang yang belum mengenal tahapan membuat film susah juga yah membuat film teh…
    Kumaha ari akang sudah coba buat belummm….???????
    apalagi buatnya istilahnya saja saya baru dengar…

  2. catatan yang diberikan di atas emang perlu bgt,,,buat kita-kita yang lagi belajar mendalami tentang seluk beluk film,,,smoga nantinya bisa lebih maju dan berkembang lagi, thanxs.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: