Posted by: isronax | May 13, 2007

Pelanggarankah atau tidak?

Berapa waktu aku ngak sempat memposting sebaris kalimatpun di bloggku ini. Aku lagi pusing dengan kondisi sekolahku yang sangat aku cintai ini, aku cintai anak2 didikku. Lewat sekolah dan anak2 aku mendapat kehidupan yang baik. Aku bisa makan, minum, menyekolahkan anakku, bisa jalan2 dan bisa yang lain, dan bisa merasakan hidup.

Urusan administrasi sekolah memang agak tidak semudah yang aku bayangkan walaupun sekolahku dah berusia lima puluh tahun plus satu. Bayangkan lima puluh tahun plus satu, bukan usia yang muda, bukan usia anak dan remaja. Mesti sangat dewasa dan matang.

Di tahun ini ada kejadian yang membuat otakku terasa cedut-cedut. Urusan UAN alias ujian nasional menjadi bagian yang menyedot perhatianku. UN menjadi bagian anak didikku menjadi tak peduli dengan pelajaran yg bukan UN,gila emang. Ehh..ketika soal UN datang, ketika soal mau dibagi kepada peserta didik ada dua paket soal paket no X dan paket no Y. Pengawas bingung mau diapakan paket soal ini, pengawas independent yang juga ngak tau masalah urusan pendidikan tambah bingung, kepala sekolah juga bingung, wali kelas bingung, panitia UN juga bingung..semua bingung.

Aku tambah bingung ketika panitia mengambil langkah “zigzag” dengan memfotocopy salah satu paket soal dan menyimpan paket soal yang satunya. Akhirnya peserta UN menggunakan soal yang sama paket X plus fotocopyannya. Baru sehari kemudian kebingunganku menjadi-jadi setelah aku baca lewat internet bahwa paket soal UN tahun ini memang terdiri dari dua paket soal. Dalam benakku, satu kelas peserta ujian akan menggunakan dua paket yang berbeda.

Bingungku tidak berhenti sampai disitu hasil Ujian Nasional dan Ujian Sekolah belom ketahuan gimana hasilnya, tiba-tiba aku dikejutkan oleh suatu news yang seperti bom nyamber dikepalaku…RAPORT siswa sudah dibagikan. Aku tanyakan pada panitia kenapa dibagi dulu, khan belom ketahuan lulus ngaknya? “Raport bukan syarat kelulusan” jawabnya ringan. Gubrak aku pun terguling-guling, darahku seperti berhenti mengalir, jantungku seperti berhenti mendadak. Pengalama jadi guru selama ini belom pernah ada kejadian seperti ini.

Duh…apakah aku semakin tua dan semakin bodoh dengan segala tektek bengek urusan administrasi, apakah aku terlalu kolot memikirkan berbagai perkembangan dunia pendidikan dewasa ini.

Gimana yah?


Responses

  1. *sigh*…….problem dunia pendidikan bukan masalah kolot atau modern….
    sebagai seorang guru tentunya paham betul masalah standar nilai kelulusan seorang anak didik……bukan melulu masalah NILAI pelajaran tapi juga “NILAI” kehidupan……

    semoga segala tetek bengek peraturan dunia pendidikan yg selalu berubah dan membingungkan akan tetap mencetak lulusan2 yg mempunyai NILAI MORAL yg berkualitas…..

    *sigh*….lagi

  2. Makasih dan semoga sekolah dan guru dapat mencetak manusia-manusia muda yang nilai kecerdasan dan nilai moral yang berkualitas,amin.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: