Posted by: isronax | May 15, 2007

Tertawa!

Dua pulh lima tahun aku bekerja di sebuah perusahana ternama, kedudukannku sangat tinggi dan di hormati. Siapapun akan ngiler melihat kedudukanku seperti itu. Kekayaan jangan tanya, cukup tuk menghidupi keturunankku. 25 tahun…25 tahun..duh. Bossku orang hebat yang mampu membangun perusahaan ini sampai seperti sekarang ini.

Setiap jam 10 pagi aku dipanggil bosku, kring telepon diruanganku selalu berdering tepat setiap pukul 10. Pagi ini pada jam yang sama kembali berdering…kringggggggggggggggggggggg panjang banget. Keringat di dahi ku mulai mengalir sebesar biji jagung langsung turun menuju ujung hidungku kemudian jatuh melewati bibirku dan pluk jatuh diatas meja kerjaku. Entah sudah berapa lama meja kerjaku ini menemaniku, aku tak lagi peduli dengan produk baru tuk ruang kerjaku. Kringggggggggggggggg…bunyi lagi. tuk pertama kalinya dalam kurun 25 tahun aku termat malas tuk mengangkat telepon, muak, seballlllllllllllllllll.

Kringgggggggggggggg lagi… dengan berat tanganku mengangkat gagang telepon yang dari tadi berbunyi dan tak ku angkat. Dari ujung sana ” Hallo, parman!”. “Ya..boss” jawabku terpaksa. “Cepat kesini” suara di ujung sana. Brak! telepon dibanting di ujung sana. Pelan kuletakkan gagang telepon, kembali ketempatnya. Beberapa titik keringat berlomba keluar dari keningku. Aku hanya bertekad “stop” semua hal yang menyebalkan ini. Bibirku terkatup rapat. Aku lunglai dan gontai pergi ke ruangan lain yang jaraknya sekitar 10 meter dari ruang kerjaku.

Baru saja aku masuk keruangan tempat dimana gagang telepon tadi dibanting. “Parman, cepat sini….!” teriak pak Bendi bossku.”Parman, kapan kamu terakhir naik kereta api?” tanya bossku. Kereta api? otakku bekerja mengingat kapan aku naik terakhir. Sebelum otakku selesai bekerja, “Parman, tahukah kamu apa yang selalu ditanyakan penumpang kereta api setiap kali mau naik kereta?”. Otakku kembali bekerja, sebelum selesai, “kempes ngak yah rodanya?” sambung bossku.

Dua puluh lima tahun, 25 tahunnnnnnnnnnnn selama itu pula setiap pagi tepat jam 10 pagi aku mesti mendengarkan lelucon pa Bendi. Dan hari ini aku tak lagi dapat tertawa lagi….


Responses

  1. hehehe… selama 24 tahuuuuunnnn aku hidup baru kali ini mendengar pertanyaan seperti itu…. sang bos yang penuh humor… mari kita tertawa lagi…😀


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: