Posted by: isronax | July 22, 2008

Tontonan Berbahaya!!

JAKARTA, SENIN - Maraknya program televisi untuk anak yang justru tak layak ditonton anak-anak, tentunya mengundang keprihatinan. Komisi Penyiaran Indonesia dan sejumlah penelitian menunjukkan, tak sedikit acara televisi khusus anak yang mengandung unsur kekerasan dan seksual, sehingga tak pantas dikonsumsi anak.

Pada media Kidia edisi Juni-Juli yang dikeluarkan Yayasan Pengembangan Media Anak (YPMA), disebutkan daftar acara yang masuk dalam kategori “Aman”, “Hati-hati” dan “Bahaya” untuk anak. Ingin tahu?

Tayangan televisi yang “Aman” bagi anak, bukan hanya tayangan yang menghibur, melainkan juga memberikan manfaat lebih. Manfaat tersebut misalnya, pendidikan, memberikan motivasi, mengembangkan sikap percaya diri anak dan penanaman nilai-nilai positif dalam kehidupan. Sekalipun aman, orangtua diimbau untuk mendampingi anak-anak menonton TV.

Sementara, tayangan yang masuk dalam kategori “Hati-hati”, adalah tayangan anak yang dinilai relatif seimbang antara muatan positif dan negatifnya. Seringkali, tayangan yang masuk kategori ini memberikan nilai hiburan serta pendidikan dan nilai positif, namun juga dinilai mengandung muatan negatif seperti kekerasan, mistis, seks dan bahasa kasar yang tidak mencolok.

Nah, tayangan yang masuk dalam kategori “Bahaya” merupakan tayangan yang mengandung lebih banyak muatan negatif, seperti kekerasan, mistis, seks dan bahasa kasar. Kekerasan dan mistis dalam tayangan yang masuk dalam kategori ini dinilai cukup intens. Sehingga, bukan lagi menjadi bentuk pengembangan cerita, tapi sudah menjadi inti cerita. Tayangan dalam kategori ini, disarankan untuk tidak disaksikan anak.

Berikut ini adalah daftar acara yang masuk dalam kategori “Aman”, “Hati-hati” dan “Bahaya”

:AMAN : Varia Anak (TVRI), Bocah Petualang, Laptop Si Unyil, Jalan Sesama, Cita-citaku, Si Bolang ke Kota, Buku Harian si Unyil (TRANS7), Surat Sahabat, Cerita Anak, Main Yuk! (TRANS TV), Dora The Explorer, Go! Diego Go!, Chalkzone, Backyardians (TV G) dan Masa Kalah Sama Anak-anak (TV One)

HATI-HATI : Idola Cilik Seleb, Rapor Idola Cilik Seleb, Doraemon, Pentas Idola Cilik, Rapor Pentas Idola Cilik (RCTI), Casper, Harveytoon (TPI), Transformers (AN TV), Pokemon Series, Bakugan Battle Brawlers, Konser Eliminasi 6 AFI Junior (IVM), New Scooby Doo Movie (TRANS7), SpongeBob Squarepants, Avatar : The Legend of Aang, Carita De Angel (TV G)
Read More…

Posted by: isronax | February 23, 2008

Televisi dan Komputer Ganggu Perkembangan Anak

LONDON, SENIN - Sudah menjadi fenomena umum bahwa kini banyak orang tua yang membiarkan anak-anak mereka  - bahkan sejak usia pra sekolah - asyik menghabiskan waktu dengan menonton televisi atau bermain komputer. Bagi orang tua, selama anak-anak merasa senang, kebiasaan ini tidak pernah di anggap sebagai ancaman.    Padahal membiasakan anak-anak menonton televisi atau bermain komputer, ternyata memiliki dampak negatif khususnya bagi perkembangan otak dan kejiwaan anak.  Peringatan akan ancaman serta dampak buruk televisi dan media elektronik lainny terhadap perkembangan anak diungkapkan oleh seorang ahli dari Inggris belum lama ini. Salah satu pesan pentingnya adalah anak-anak pra sekolah seharusnya tidak dibiarkan menonton televisi atau bermain dengan komputer, supaya otaknya berkembang dengan sempurna.  
  Read More…

Posted by: isronax | January 29, 2008

Berharga atau tidak?

Ketika seorang kawan bertanya tentang anggaran yang begitu besar untuk suatu pengelolaan pendidikan, ntah kenapa saya koq jadi bengong! Biaya sekian besar untuk sebuah konsep yang namanya pendidikan kenapa jadi pertanyaan yah?

Kawanku itu langsung menyerbu diriku ini dengan pertanyaan yang sengit banget”loe,ngapain ngabisin sekian juta, miliar buat sekedar membuat atau mengelola sebuah sekolahan”, “apa yang loe bisa dapet dengan sejumlah duit itu” aduh mak…

aku koq jadi bodoh banget yah..bengong

Padahal sekolah/pendidikan khan ngak bisa disamakan dengan sebuah pabrik yang memproduksi suatu jenis barang yang secara instant pula menghasilkan royalti untuk para produsennya.

Gimana dengan sekolah?

Bisakah menghasilkan suatu produk instant, seperti halnya sebuah pabrik roti yang begitu adonan di cetak lantas jadi roti manis atau asin yang langsung bisa disantap?

wan..kawan, please kasih daku pencerahan!

Posted by: isronax | January 29, 2008

Jadikan Komputer Sahabat Anak

Jadikan Komputer Sahabat Anak

Jaman memang sudah bergulir. Seiring pergerakan jaman, tentunya kecanggihan teknologi seperti komputer sudah bukan barang mewah lagi. Bahkan melihat anak berumur 5 tahun demikian lancarnya bermain komputer sudah bukan penampakan aneh lagi. Bisa jadi malahan si buyung dan upik di rumah juga sudah lebih paham klak-klik mouse komputer dibandingkan Anda.

Komputer seakan menjadi 2 sisi mata uang yang total berbeda. Di satu sisi benda ini bisa membanjiri anak Anda dengan tambahan pengetahuan segudang, tapi di sisi lain, bahwa ia akan lebih asyik main komputer dibanding bergaul dengan teman seumurannya juga menjadi kekuatiran yang Anda simpan. Ketergantungan akan benda satu ini juga bisa menjadi masalah tersendiri.
Read More…

Posted by: isronax | January 29, 2008

Dampak negatif penggunaan Teknologi Informasi dan Kom

Ibu Endang merasa beruntung anak-anaknya ‘bersahabat’ dengan komputer sejak dini. Fatih (9), anaknya yang pertama, tak hanya senang bermain games, namun juga lancar mengoperasikan berbagai program olah kata dan angka. Sementara adiknya, Nadia (4) yang baru belajar mengenal komputer, sudah asyik menjajal program pendidikan dalam mengenal warna dan bentuk saja. Fatih kini pintar matematika lantaran sering berlatih dengan bantuan komputer. Sementara Nadia punya banyak kosakata bahasa Inggris juga lantaran sering bermain komputer.

Tetapi, Ibu Rahmi justru merasa punya masalah dengan ‘keakraban’ anaknya dengan komputer. Menurutnya, Rizki (7 tahun) kini lebih sukai ‘bermain’ dengan komputernya daripada dengan teman-temannya. Rizki bisa menghabiskan waktu berjam-jam hanya untuk bermain games. Ia juga malas bila diajak menulis atau menggambar. Tak heran, tugas menggambar di sekolah tidak pernah dikerjakannya sampai tuntas. Tetapi, untuk menggambar di komputer ia sangat pandai. Maklum, dengan satu dua klik-an saja, ia sudah dapat menggambar dan mewarnai dengan sempurna.
Pernah punya pengalaman senada?
Read More…

Categories