title : \’Lulusan TI Banyak yang Mengecewakan\’
summary : Banyak calon pelamar kerja di bidang teknologi informasi (TI) punya nilai akademis bagus. Namun anehnya, para pelamar ini banyak juga yang dianggap belum mampu menjawab kebutuhan perusahaan. Bahkan kerap dinilai mengecewakan. (read more)
detikcom : \’Lulusan TI Banyak yang Mengecewakan\’
Posted in Uncategorized
Membangun kreatifitas anak
Kreatif Mengembangkan Kreatifitas Anak
Lalu, bagaimana kita dapat mengembangkan kreatifitas mereka?
- Cintai mereka setulus hati
Dengan mencintai mereka setulus hati, kita tentu mau menerima mereka apa adanya. Kita pun akan menghargai keunikan mereka tanpa harus memaksanya menjadi orang-orang yang kita inginkan.
Kalau mereka pandai menggambar, berikan acungan jempol sebagai tanda bangga. Kalau memang kurang pandai bernyanyi, jangan paksa ia menyanyi dengan bagus agar bisa masuk TV.
- Beri kesempatan mengekspresikan ide-idenya yang cemerlang
Membuat roda mobil bersegi empat atau menggambar air laut berwarna jingga, semuanya bisa terjadi. Maka, apapun karya yang dihasilkan dari idenya, biarkan anak Anda merasa bebas dan aman mengekspresikan ide-idenya yang unik dan orisinil itu.
Secara psikologis, memberikan tempat untuk mengekspresikan ide-idenya itu akan merangsang potensi kreatif anak untuk berkembang secara optimal. Jangan terlalu banyak dilarang atau disalahkan. Mereka hanya butuh batas-batas yang jelas dan tegas dari Anda, namun hal itu harus tetap fleksibel dan tidak kaku.
- Ajak mereka memperkaya wawasan di bidang yang diminatinya itu.
Menonton konser musik, menonton pergelaran tari, melihat pameran lukisan, pertandingan olahraga, dan sebagainya, yang selama ini menarik minatnya. Dengan begitu, si anak akan punya banyak pengalaman, sehingga gudang gagasan di dalam otaknya pun akan lebih penuh untuk mengembangkan kreatifitasnya sendiri.
Posted in General, Opini, Sehat itu asyik
Perpustakaan paling Tua!
Perpustakaan paling Tua!
Judul ini hanya sekedar memberikan gambaran bahwa perpustakaan yang mau saya ceritakan bisa jadi perpustakaan yang paling tua, walau tahun didirikan tidak pernah tau sejak kapan. Sementara biarkan aja dulku deh kapan dan berapa umurnya.
Beberapa hari ini saya dapat kesempatan untuk “memporak porandakan” sebuah perpustakaan yang berada di lingkungan Keduataan Besar RI, perpustakaan yang konon di buat sebagai bagian dari sebuah pusat informasi (PUSKIN). Lama memang tidak pernah terjamah dan langka sekali orang untuk iseng berkunjung ke tempat ini. Saking lamanya buku-buku menjadi sangat berdebu, maklum daerah yang selalu berdebu terus, semakin dibersihkan semakin kelihatan debunya. Ntah, karena debunya yang menempel di buku-buku tersebut sehingga semakin jarang orang memperhatikan keberadaan perpustakaan ini. Berdebu sebenarnya bukan karena tempatnya ngak pernah dsedot dan disbersihkan menggunakan vacum cleaner cuma emang debu yang dateng konstan banget nempel hampir disemua bagian atas buku yang ada. weleh..pasti deh yang baca bakal bingung gimana maksudnya, apa hubungannya debu dengan keberadaan sebuah perpustakaan?
ntar dilanjut…
Posted in General, Opini | Tags: buku, perpustakaan
Presentasi Globalisasi
Globalisasi di bidang kebudayaan
Globalisasi kebudayaan
Sub-kebudayaan Punk, adalah contoh sebuah kebudayaan yang berkembang secara global
Globalisasi mempengaruhi hampir semua aspek yang ada di masyarakat, termasuk diantaranya aspek budaya. Kebudayaan dapat diartikan sebagai nilai-nilai (values) yang dianut oleh masyarakat ataupun persepsi yang dimiliki oleh warga masyarakat terhadap berbagai hal. Baik nilai-nilai maupun persepsi berkaitan dengan aspek-aspek kejiwaan/psikologis, yaitu apa yang terdapat dalam alam pikiran. Aspek-aspek kejiwaan ini menjadi penting artinya apabila disadari, bahwa tingkah laku seseorang sangat dipengaruhi oleh apa yang ada dalam alam pikiran orang yang bersangkutan. Sebagai salah satu hasil pemikiran dan penemuan seseorang adalah kesenian, yang merupakan subsistem dari kebudayaan.
Posted in General, Pendidikan





Apa yang kawan ungkapkan